Wibawa News


  • 15 September 2016 | 15:32 WIB
  • 03621 Kali Dilihat

Kabupaten Bandung Timur Bisa Terbentuk pada 2018/2019

 Kabupaten Bandung Timur Bisa Terbentuk pada 2018/2019
Dipandu Dr. Darajat Wibawa, M.Si., talkshow ihwal urgensi pembentukan Kabupaten Bandung Timur menghadirkan narasumber; Ketua KPJB Kabupaten Bandung, Lili Hambali; Dewan Penasehat KIP4KBT, Ries Deni Saeful Ramdani; dan Pakar Politik dan Pemerintahan Lokal yang juga Sekretaris Prodi Pascasarjana Ilmu Pemerintahan FISIP Unpad, Bandung, Dr. Neneng Yani Yuningsih, S.IP., M.Si.

BANDUNG, (WN.net) – Usulan masyarakat terhadap pembentukan Kabupaten Bandung Timur (KBT), nyaris “tanpa masalah”. Hal itu terungkap dalam talkshow “Sudut Pandang” bertema “Urgensi Kabupaten Bandung Timur Sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB)”  yang ditayangkan langsung Bandung-TV, Rabu malam (14/9).

Setidaknya, kenyataan itu disampaikan para narasumber, terutama yang selama ini berpolemik ihwal urgensi pembentukan KBT. Komite Independen Pengawasan, Pembangunan, dan Percepatan Pemekaran Kabupaten Bandung Timur (KIP4KBT), diketahui  paling getol menggagas dan mendesak agar pembentukan KBT bisa lebih terakselerasi.

“Pemekaran wilayah Kabupaten Bandung ini akan mempercepat proses pembangunan, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bandung kawasan Timur. Masyarakat Kabupaten Bandung di kawasan Timur ingin adanya perubahan. Kami inginkan ‘wajah baru’,” kata Dewan Penasehat KIP4KBT, Ries Deni Saeful Ramdani, pada talkshow tersebut.

Dikatakan Ries Dani, perlu-tidaknya pembentukan KBT sudah tidak perlu diperdebatkan lagi, karena DPRD Kabupaten Bandung pun telah merekomendasikan persetujuan untuk pembentukan KBT ini.

“Kita tinggal melangkah ke tahapan-tahapan prosedur berikutnya, sehingga pada 2018 Kabupaten Bandung Timur bisa terbentuk,” kata Ries Dani.

Sementara itu, Ketua Komite Peduli Jawa Barat (KPJB) Kabupaten Bandung, Lili Hambali, menyatakan pada dasarnya pihaknya menyetujui pembentukan KBT. Masalahnya, ada 16 kecamatan dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung yang diusulkan masuk KBT, sedangkan dari 16 kecamatan itu merupakan 75% penyumbang PAD bagi Kabupaten Bandung.

“Bila 16 kecamatan itu disetujui (masuk KBT, Red.), maka pembangunan akan jomblang. Kita jangan hanya memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan di KBT sebagai DOB, tetapi perhatikan pula kabupaten induk yang akan ditinggalkan.  Selain itu, DBH-nya (dana bagi hasil, Red.) harus disosialisasikan,” kata Lili, sebagai Ketua LSM yang giat memperhatikan pembangunan dan kinerja pemerintahan di Kabupaten Bandung.

Untuk itulah, kata Lili, meskipun pihaknya sebagai elemen masyarakat menyetujui pembentukan KBT, dengan permasalahan yang ada haruslah dilakukan secara proporsional.

“Walaupun KBT lebih layak daripada KBB (menjadi kabupaten, Red.), kita bisa menahan diri. Idealnya KBT bisa terbentuk pada 2019, setelah pilkada,” ujarnya.

Narasumber lain, Pakar Politik dan Pemerintahan Lokal yang juga Sekretaris Prodi Pascasarjana Ilmu Pemerintahan FISIP Unpad, Bandung, Dr. Neneng Yani Yuningsih, S.IP., M.Si., menyatakan pembentukan DOB bisa mengacu pada  UU No. 23/2014  tentang Pemerintahan Daerah atau PP No. 78/2017 tentang Tatacara Pembentukan, Penghapusan, dan

Penggabungan Daerah , yang mensyaratkan 17 indikator terbentukn ya DOB. Kendati demikian, setidaknya mempertimbangkan aspek psikologis dan aspek politis.

Dari aspek psikologis, kata Neneng, untuk kasus pembentukan KBT sudah dinyatakan desakan  adanya optimalisasi pelayanan publik yang selama ini kurang sebagai akibat jauh dari pusat pelayanan atau pemerintahan. Aspek lain, kurangnya kesejahteraan masyarakat di kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung  wilayah Timur dibandingkan kecamatan lainnya di Kabupaten Bandung. Dari aspek politis, harus disinkronkan antara aspirasi sebagian besar masyarakat, DPRD, dengan pemerintah daerah, untuk dilakukan kajian dan diusulkan ke gubernur. Dengan demikian, terbentuknya KBT sebagai DOB merupakan keinginan bersama.

“DOB jangan hanya demi kepentingan segelintir elite. Untuk itu, perlu kajian pemetaan terhadap aspirasi masyarakat.,” kata Neneng.

Acara sepekan sekali yang berlangsung setiap Rabu malam ini, dipandu Dr. Darajat Wibawa, M.Si., terselenggara berkat kerja sama portal Wibawanews.net dengan Bandung TV, serta didukung  Harian Umum Galamedia, Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung, Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung, dan 91,3 FM Sindotrijaya FM Bandung.* hy

Berita Lainnya

  • Peristwa
    14 Juli 2018 | 14:10 WIB

    Pekerjaan Belum Dibayar, Puluhan Vendor Sub Kontraktor Tol Soroja Unjuk Rasa

    SOREANG, (WN.net) -- Karena kesal pengerjaan proyek Tol Soreang-Pasirkoja belum juga dibayar sejumlah vendor sub kontraktor proyek Jalan Tol Soroja melakukan aksi unjuk rasa di pintu masuk/exit Selatan, tidak jauh ...

  • Peristwa
    09 Juli 2018 | 11:57 WIB

    Cegah dan Deteksi Dini, Tugas Rayon Militer

    SOREANG, (WN.net) -- Serah terima jabatan Komandan Rayon Militer (Danramil) 0912 Soreang berlangsung haru. Apalagi dalam pisah sambut ditandai upacara adat. Jabatan Danramil 0912 Soreang, Kabupaten Bandung, diserhakanterimakan dari Mayor CBA ...

  • Peristwa
    25 Mei 2018 | 10:50 WIB

    BIJB Kertajati Beroperasi 8 Juni 2018

    MAJALENGKA, (WN.net), -- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), memastikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati resmi akan beroperasi untuk penerbangan komersial pada 8 Juni 2018. Hal tersebut dikatakannya usai ...

  • Peristwa
    25 Mei 2018 | 10:42 WIB

    BIJB Kertajati Diharapkan Berdampak Ekonomi Bagi Warga Majalengka

    MAJALENGKA, (PJO.com) -- Telah dilakukan historical flight oleh Presiden Joko Widodo dengan menggunakan pesawat Kepresidenan. Presiden Jokowi yang mendarat di BIJB pukul 09.30 pagi WIB,  Kamis (24/5/2018), yang  langsung disambut ...

  • Peristwa
    16 Mei 2018 | 00:39 WIB

    Tiga Pasar di Kabupaten Bandung Temui Dewan

    SOREANG, (WN.net) -- Secara bergiliran sejumlah pedagang di tiga pasar di Kabupaten Bandung menemui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung. Mereka berasal dari Pasar Banjaran, Pasar Sayati, dan Pasar ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net