Wibawa News


  • 15 September 2016 | 15:32 WIB
  • 04192 Kali Dilihat

Kabupaten Bandung Timur Bisa Terbentuk pada 2018/2019

 Kabupaten Bandung Timur Bisa Terbentuk pada 2018/2019
Dipandu Dr. Darajat Wibawa, M.Si., talkshow ihwal urgensi pembentukan Kabupaten Bandung Timur menghadirkan narasumber; Ketua KPJB Kabupaten Bandung, Lili Hambali; Dewan Penasehat KIP4KBT, Ries Deni Saeful Ramdani; dan Pakar Politik dan Pemerintahan Lokal yang juga Sekretaris Prodi Pascasarjana Ilmu Pemerintahan FISIP Unpad, Bandung, Dr. Neneng Yani Yuningsih, S.IP., M.Si.

BANDUNG, (WN.net) – Usulan masyarakat terhadap pembentukan Kabupaten Bandung Timur (KBT), nyaris “tanpa masalah”. Hal itu terungkap dalam talkshow “Sudut Pandang” bertema “Urgensi Kabupaten Bandung Timur Sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB)”  yang ditayangkan langsung Bandung-TV, Rabu malam (14/9).

Setidaknya, kenyataan itu disampaikan para narasumber, terutama yang selama ini berpolemik ihwal urgensi pembentukan KBT. Komite Independen Pengawasan, Pembangunan, dan Percepatan Pemekaran Kabupaten Bandung Timur (KIP4KBT), diketahui  paling getol menggagas dan mendesak agar pembentukan KBT bisa lebih terakselerasi.

“Pemekaran wilayah Kabupaten Bandung ini akan mempercepat proses pembangunan, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bandung kawasan Timur. Masyarakat Kabupaten Bandung di kawasan Timur ingin adanya perubahan. Kami inginkan ‘wajah baru’,” kata Dewan Penasehat KIP4KBT, Ries Deni Saeful Ramdani, pada talkshow tersebut.

Dikatakan Ries Dani, perlu-tidaknya pembentukan KBT sudah tidak perlu diperdebatkan lagi, karena DPRD Kabupaten Bandung pun telah merekomendasikan persetujuan untuk pembentukan KBT ini.

“Kita tinggal melangkah ke tahapan-tahapan prosedur berikutnya, sehingga pada 2018 Kabupaten Bandung Timur bisa terbentuk,” kata Ries Dani.

Sementara itu, Ketua Komite Peduli Jawa Barat (KPJB) Kabupaten Bandung, Lili Hambali, menyatakan pada dasarnya pihaknya menyetujui pembentukan KBT. Masalahnya, ada 16 kecamatan dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung yang diusulkan masuk KBT, sedangkan dari 16 kecamatan itu merupakan 75% penyumbang PAD bagi Kabupaten Bandung.

“Bila 16 kecamatan itu disetujui (masuk KBT, Red.), maka pembangunan akan jomblang. Kita jangan hanya memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan di KBT sebagai DOB, tetapi perhatikan pula kabupaten induk yang akan ditinggalkan.  Selain itu, DBH-nya (dana bagi hasil, Red.) harus disosialisasikan,” kata Lili, sebagai Ketua LSM yang giat memperhatikan pembangunan dan kinerja pemerintahan di Kabupaten Bandung.

Untuk itulah, kata Lili, meskipun pihaknya sebagai elemen masyarakat menyetujui pembentukan KBT, dengan permasalahan yang ada haruslah dilakukan secara proporsional.

“Walaupun KBT lebih layak daripada KBB (menjadi kabupaten, Red.), kita bisa menahan diri. Idealnya KBT bisa terbentuk pada 2019, setelah pilkada,” ujarnya.

Narasumber lain, Pakar Politik dan Pemerintahan Lokal yang juga Sekretaris Prodi Pascasarjana Ilmu Pemerintahan FISIP Unpad, Bandung, Dr. Neneng Yani Yuningsih, S.IP., M.Si., menyatakan pembentukan DOB bisa mengacu pada  UU No. 23/2014  tentang Pemerintahan Daerah atau PP No. 78/2017 tentang Tatacara Pembentukan, Penghapusan, dan

Penggabungan Daerah , yang mensyaratkan 17 indikator terbentukn ya DOB. Kendati demikian, setidaknya mempertimbangkan aspek psikologis dan aspek politis.

Dari aspek psikologis, kata Neneng, untuk kasus pembentukan KBT sudah dinyatakan desakan  adanya optimalisasi pelayanan publik yang selama ini kurang sebagai akibat jauh dari pusat pelayanan atau pemerintahan. Aspek lain, kurangnya kesejahteraan masyarakat di kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung  wilayah Timur dibandingkan kecamatan lainnya di Kabupaten Bandung. Dari aspek politis, harus disinkronkan antara aspirasi sebagian besar masyarakat, DPRD, dengan pemerintah daerah, untuk dilakukan kajian dan diusulkan ke gubernur. Dengan demikian, terbentuknya KBT sebagai DOB merupakan keinginan bersama.

“DOB jangan hanya demi kepentingan segelintir elite. Untuk itu, perlu kajian pemetaan terhadap aspirasi masyarakat.,” kata Neneng.

Acara sepekan sekali yang berlangsung setiap Rabu malam ini, dipandu Dr. Darajat Wibawa, M.Si., terselenggara berkat kerja sama portal Wibawanews.net dengan Bandung TV, serta didukung  Harian Umum Galamedia, Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung, Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung, dan 91,3 FM Sindotrijaya FM Bandung.* hy

Berita Lainnya

  • Peristwa
    23 April 2019 | 12:34 WIB

    Puluhan Perawat RSUD Soreang Pertanyakan Insentif

    SOREANG, (WN.net) -- Puluhan pegawai dan perawat atau tenaga para medis Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Soreang, Kabupaten Bandung, melakukan aksi demo. Mereka berkumpul di depan  halaman Gedung RSUD Soreang, ...

  • Peristwa
    01 April 2019 | 08:18 WIB

    Buntut Unjuk Rasa, Kades Laporkan 4 Warganya ke Kantor Polisi

    KBB, (WN.net) -- Kepala Desa Citalem, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, melaporkan empat orang warganya ke pihak kepolisian. Laporan Kepala Desa Citalem, Sopian Mauludin ini, diduga sebagai buntut aksi unjuk ...

  • Peristwa
    31 Maret 2019 | 08:16 WIB

    Hujan dan Angin Kencang Rusak 19 Rumah di Desa Citalem

    KBB, (WN.net) -- Hujan besar disertai angin kencang yang mengguyur sejak sore hari, Jumat (29/3-2019) di wilayah Cipongkor, Kabupaten Bandung, telah memorak-porandakan sejumlah rumah dan menumbangkan pepohonan. Hujan disertai angin puyuh, ...

  • Peristwa
    29 Maret 2019 | 20:36 WIB

    Polres Bandung Beri Pengamanan Khusus di Enam Titik Rawan TPS

    SOREANG, (WN.net) -- Kapolres Bandung AKBP, Indra Hermawan, mengatakan ada enam wilayah titik rawan tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Bandung pada pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 17 April 2019, yaitu ...

  • Peristwa
    27 Maret 2019 | 13:52 WIB

    Teddy: PMI Ringankan Penderitaan Masyarakat

    SOREANG, (WN.net) -- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung, Teddy Kusdiana, mengatakan hadirnya PMI sebagai mitra pemerintah menjadi bagian dari terlaksananya tugas-tugas sosial kemanusiaan. Menurut Teddy, dengan dikukuhkannya kepengurusan baru, diharapkan optimalisasi ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net