Wibawa News


  • 18 Desember 2016 | 21:04 WIB
  • 04501 Kali Dilihat

Stadion Si Jalak Harupat Sudah Ketinggalan

 Stadion Si Jalak Harupat Sudah Ketinggalan
Inilah maket Bangunan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung yang rencananya dibangun dan ditingkatkan menjadi Grade A. * deddyra

  • Akan Dibangun Jadi Grade A

SOREANG, (WN.net) -- Stadion si Jalak Harupan yang berada di Desa Kopo, Kecamatan Kutawaringi, Kabupaten Bandung, saat ini dinilai sudah ketinggalan dengan stadion lainnya yang ada di Tanah Air.

Awal dibangun tahun 2002/2003, stadion bertarap internasional ini dianggap sebagai stadion paling megah dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan nasional. Namun seiring banyaknya stadion sepak bola yang saat ini sudah dibangun di sejumlah daerah, Stadion Si Jalak Harupat kini berada di peringkat terbawah.

Bahkan Si Jalak Harupat yang tercatat sebagai stadion bertarap internasional ini, type kelasnya masih B.

Tidak hanya itu, menurut beberapa versi, stadion yang dibangun Januari 2003 senilai Rp67,5 miliar ini tidak masuk dalam 10 besar stadion termegah di Tanah Air.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bandung, akan segera  membangun kembali stadion tersebut lebih megah lagi.

"Stadion Si Jalak Harupat dengan kondisi saat ini menurut penilaian FIFA dan PSSI grade (klasifikasi) masih B. Bertarap internasional tapi klasifikasinya masih B, kita inginnya ditingkatkan menjadi grade A," kata Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Bandung, Drs, Akhmad Djohara, M.Si., di Soreang, Kamis (15/11).

Untuk meningkatkan klasifikasi, tutur Akhmad, salah satu syarat pokoknya adalah kapasitas tempat duduk penontonnya minimal 30 ribu tempat duduk. Saat ini jumlah tempat duduknya hanya 27 ribu.

"Kita mau tambah lima ribu tempat duduk, sehingga menjadi 32 ribu," kata Akhmad Djohara.

Kondisi Stadion Jalak Harupat, itu pembangunan stadion internasional yang pertama dirintis tahun 2002/2003, khususnya di Jawa Barat, setelah Gelora Bung Karno, kemudian belakangan Stadion Jaka Baring, Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), dan stadion lainnya.

"Sekarang stadion yang lain lebih bagus, kita mulai ketinggalan, untuk menyesuaikan dengan stadion lainnya kita tingkatkan lagi pembangunannya, apalagi setelah selesai Jalan Tol Soroja," kata Akhmad Djohara.

Selain masih minimnya kapasitas tempat duduk, ada pasilitas fisik Stadion Si Jalak Harupat, khususnya tribun selatan kondisinya rusak akibat gempa bumi tahun 2009 dan ledakan kembang api waktu porda tahun lalu.

Kondisi itu sangat membahayakan  dan dikhawatirkan tribun selatan (boomber) bisa roboh bila over penonton saat pertandingan.

Rencana pembangunan kembali Stadion Si Jalak Harupat akan dilaksanakan tahun 2017. Namun Akhmad Djohara mengaku, belum ditentukan memulai pelaksanaannya.

Hal jelas, kata dia, saat ini pihaknya sedang melakukan kajian penyempurnaan yang final oleh ahli atau konsultan perencana.

Menurut Akhmad Djohara, ada beberapa fisik stadion yang akan dibenahi. Di antaranya kontruksi tiang pancang, tutup tribun. Seluruh tribun, terutama Utara dan Selatan akan ditutup.

Pembangunan stadion akan dilaksanakan bertahap dan diharapkan selesai dalam waktu dua tahun (2017-2018). Diharapkan stadion bagus, Persikab bisa dibangun kembali menjadi klub profesional, sehingga bisa masuk liga.

Sedangkan nilai anggaran saat ini masih dikaji yang kemungkinannya menggunakan anggaran APBD Kabupaten Bandung, provinsi dan pusat.

"Kalau menggunakan APBD kita tidak mungkin, berat," kata Akhmad Djohara.

Mengenai venue yang sudah dibangun, jawab Akhmad Dkohara, akan dijadikan sarana komersial, salah satu aset untuk menyumbang PAD. Untuk pungutan sarana olah raga ini harus dibuatkan dulu perda retribusi yang akan dibahas dan direvisi bersama dewan.

"Kita sudah koordinasi dengan bagian hukum dan diharapkan awal 2017 perda ini sudah ada penyesuaian. Venue sendiri saat ini sudah layak pakai, dalam keadaan bersih tinggal dimanfaatkan. Kalau tidak bayar, berat untuk pemeliharaannya," tuturnya. * deddyra

Berita Lainnya

  • Olahraga
    10 April 2018 | 20:01 WIB

    Percama UPI Gelar Siliwangi Chess Competition 2018

    BANDUNG, (WN.net) -- Sebanyak 41 tim dari 16 perguruan tinggi negeri dan swasta yang berasal dari 6 Provinsi yaitu Jabar, Jateng, Jatim, Banten, DKI Jakarta, dan DIY Yogyakarta mengikuti Kejuaraan ...

  • Olahraga
    21 Maret 2018 | 19:27 WIB

    Aher Ingin Venue Asian Games 2018 Tampil Maksimal

    BANDUNG, (WN.net) -- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), mengimbau instansi, dinas terkait, khususnya panitia lokal dalam penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jawa Barat, supaya meninjau kembali kesiapan venue untuk ...

  • Olahraga
    13 Desember 2017 | 10:48 WIB

    Pemkab Bandung Ingin Dirikan Universitas Inter Milan

    SOREANG, (WN.net) -- Bisakah Universitas Inter Milan hadir di Soreang? Mengapa tidak, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Pemerintah Kabupaten Bandung belakangan mulai melirik investor kaya Erick Tohir untuk menanamkan investasinya ...

  • Olahraga
    11 Desember 2017 | 09:27 WIB

    Pejabat Pemkab Bandung Bermain Kaulinan Barudak Lembur

    SOREANG, (WN.net) -- Berbagai permainan tradisional (kaulinan barudak lembur) yang sudah langka, seperti oray-orayan, surser, egrang, maen kaleci, sondah, babalonan (menggunakan kain sarung) diperagakan dalam rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun ...

  • Olahraga
    01 Desember 2017 | 11:13 WIB

    Kabupaten Bandung Rebut Tropi Porpemda ke XIII

    SOREANG, (WN.net) -- Akhirnya Kontingen Kabupaten Bandung keluar sebagai juara umum pada perhelatan Pekan Olahraga Pemerintah Daerah (Porpemda) XIII tahun 2017, yang digelar sejak tanggal 27 hingga 30 November 2017. Kontingen ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net