Wibawa News


  • 07 Januari 2018 | 11:57 WIB
  • 01000 Kali Dilihat

Peran Penting Pengawasan Koperasi

 Peran Penting Pengawasan Koperasi

Oleh DERY NURRANIS, MM.

(Widyaiswara Muda UPTD Balai Pelatihan dan Pendidikan Perkoperasian dan Wirausaha Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat)

FUNGSI pengawasan sangatlah penting. Pengawasan merupakan tindakan terhadap proses kegiatan untuk mengetahui hasil pelaksanaan, kesalahan, kegagalan, kemudian dilakukan perbaikan dan mencegah terulangnya kembali kesalahan tersebut. Pengawas adalah perangkat organisasi yang mendapat kuasa dari rapat anggota untuk mengawasi pelaksanaan keputusan rapat anggota yang khususnya menyangkut organisasi, kelembagaan, pendidikan, serta penyuluhan. Pengawas dipilih dari, oleh, dan untuk anggota.

Sebenarnya tugas pengawas bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan untuk menjaga agar kegiatan yang dilaksanakan oleh koperasi sesuai dengan keputusan rapat anggota. Apabila menemukan kesalahan, maka pengawas perlu mendiskusikanya bersama pengurus untuk kemudian diambil tindakan dan jika salah satu bagian dalam organisasi menuju arah yang salah,  para manajer berusaha untuk mencari sebabnya dan kemudian mengarahkan kembali ke jalur tujuan yang benar dengan memberikan rekomendasi solusi untuk perbaikan selanjutnya.

Koperasi supaya dapat bersaing dengan perusahaan lain, harus dalam kondisi sehat, baik dari sudut organisasi maupun keuangannya. Untuk keperluan tersebut, koperasi harus menjalani pemeriksaan secara periodik. Pemeriksaan dapat dilakukan oleh pihak intern koperasi, yaitu oleh pengawas. Salah satu tugas pengawas adalah memeriksa jalannya koperasi, baik dari aspek organisasi, manajemen maupun keuangan. Pemeriksaan sebaiknya dilaksanakan setiap bulan sehingga memudahkan dalam pelaksanaan pemeriksaanya oleh pihak intern atau pengawas. Selain itu, pengawas diupayakan harus mempunyai bekal pengetahuan tentang akuntansi.

Pengawas harus melaksanakan;

1. Fungsi Audit. Fungsi utama pengawas adalah memeriksa buku-buku/catatan dan semua kegiatan. Hasil pemeriksaan ini kemudian dilaporkan kepada pimpinan. Pengawas membuat laporan paling kurang sebulan sekali. Para anggota pengawas bagaikan seorang dokter yang senantiasa siap memeriksa dan memberikan obat apabila ditemukan gejala penyakit, sehingga diharapkan selalu aman sesuai dengan ketentuang AD/ART koperasi.

2. Fungsi Konsultasi. Pengawas selalu mengadakan kontak dengan pengurus, baik saat mengadakan pemantauan/pemeriksaan maupun sesudah atau sebelum pemeriksaan mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan/diperbaiki serta saran-saran tindak lanjut dari hasil pemeriksaan. Selain kepada pengurus, kepada anggota tertentu yang perlu diberikan konsultasi dan saran-saran.

3. Fungsi Manajemen. Dalam usaha melancarkan kegiatan dari pengawas, maka pengawas harus dapat merencanakan dan mengorganisir kegiatannya sehingga kegiatan itu sendiri dapat berjalan secara efektif. Tanpa membuat perencanaan kegiatan, maka akan mengalami benturan-benturan saat pelaksanaan terutama bagi pengurus yang menyediakan bahan-bahan untuk diperiksa.

Pengawas bertanggung jawab secara langsung kepada rapat anggota, sebab pengawas dipilih langsung oleh dan dari anggota. Pengawas bekerja untuk kepentingan anggota dan bukan untuk kepentingan pimpinan saja.  

Sedangkan wewenang pengawas adalah: 1) Mencari atau mengusulkan auditor eksternal; 2) Mengkaji dan menyampaikan rekomendasi laporan keuangan akhir tahun; 3) Melakukan pertemuan secara teratur; 4) Menyampaikan rekomendasi kepada pengurus menyangkut kebijakan-kebijakan yang ada; 5) Melaporkan kepada pengurus setiap perubahan yang terjadi dalam prinsip dan praktek akuntansi; 6) Andaikata hasil dari pemeriksaan pengawas menunjukkan adanya tindakan penyelewengan pengurus dari peraturan yang ada, maka pengawas berhak memberikan skorsing (bukan pemecatan) terhadap anggota pengurus yang melalukan penyelewengan dan dilaporkan kepada pengurus dan disampaikan pada rapat anggota, karena kekuasaan tertinggi koperasi berada pada rapat anggota; 7) Dalam keadaan darurat berhak mengadakan Rapat Anggota Khusus

Dengan melaksanakan fungsi pengawas secara baik dan sesuai peran dan tugasnya, mudah-mudahan koperasi semakin maju dan beroperasi sesuai azas dan jatidiri koperasi sehingga tercapai tujuan mulia koperasi guna menyejahterakan anggotanya. ***

Berita Lainnya

  • Opini
    24 Mei 2018 | 12:33 WIB

    Perempuan Sumber Fitnah?

    “TIDAK sekali kali aku tinggalkan suatu fitnah yang paling membahayakan diri kalian, selain fitnah perempuan.” (Hadis Riwayat Imam Bukhari No. Hadis 4808) Hadis nabi ini membentuk persepsi muslim di dunia yang ...

  • Opini
    22 Mei 2018 | 11:05 WIB

    Pendidikan Islam Anti Terorisme & Radikalisme

    Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, Rektor UIN SGD Bandung APA yang dapat dilakukan oleh para insan pendidikan Islam untuk menjauhkan murid-murid dari tindakan yang berpotensi mengarah pada terorisme atau penggunaan kekerasan ...

  • Opini
    13 Mei 2018 | 20:13 WIB

    Peran Penting Pengawasan Koperasi oleh Pemerintah

    Oleh DERY NURRANIS, MM. (Widyaiswara Muda UPTD Balai Pelatihan dan Pendidikan Perkoperasian dan Wirausaha Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat) PENGAWASAN merupakan salah satu faktor yang menentukan perkembangan kemajuan koperasi. ...

  • Opini
    04 April 2018 | 20:22 WIB

    Koperasi Berperan Besar dalam Ekonomi Kerakyatan

    Oleh DERY NURRANIS, MM. (Widyaiswara Muda UPTD Balai Pelatihan dan Pendidikan Perkoperasian dan Wirausaha Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat) KOPERASI sangat berperan penting di tengah masyarakat. Secara umum koperasi ...

  • Opini
    13 Maret 2018 | 17:58 WIB

    Pentingnya Pendidikan Kewirausahaan

    Oleh DERY NURRANIS, MM. (Widyaiswara Muda UPTD Balai Pelatihan dan Pendidikan Perkoperasian dan Wirausaha Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat) PENDIDIKAN yang diarahkan membentuk sikap dan perilaku seseorang yang memiliki ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net