Wibawa News


  • 07 Januari 2018 | 12:03 WIB
  • 00076 Kali Dilihat

Bandara Kertajati Sangat Mungkin Layani Haji 2018

 Bandara Kertajati Sangat Mungkin Layani Haji 2018

BANDUNG, (WN.net) -- Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Bintang Hidayat, menyatakan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, sangat memungkinkan melayani penerbangan jamaah calon haji pada Juni 2018. Secara keseluruhan, pembangunan bandara, baik dari sisi darat dan udara, sudah memasuki tahap akhir.

Hal itu disampaikan Bintang di sela-sela kunjungan langsung ke Bandara Kertajati, pada Jumat (5/1). Dalam kunjungan itu Bintang didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Eddy Nasution; Kepala Biro Perekonomian Investasi dan BUMD Pemprov Jabar, Muhammad Arifin Soedjayana; Kepala Dinas Perhubungan, Dedi Taufik; serta Direktur Utama PT. BIJB, Vida Dimas Ekaputra, beserta jajaran direksi.

“Untuk haji, dalam waktu tahun ini sebenarnya sudah bisa dilakukan,” kata Bintang.

Namun demikian, dalam kunjungan kerjanya tersebut, dia melihat bandara seluas 1.800 Ha ini perlu memperpanjang runway sampai 3.000 meter dengan lebar 60 meter. Saat ini runway yang masuk dalam pembangunan sisi udara menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan (Kemenhub) baru terealisasi 2.500 meter. Komponen lainnya untuk membantu penerbang dalam melakukan prosedur pendaratan pesawat di bandara sudah dapat dipenuhi.

“Saya inspeksi ke runway yang sudah selesai sepenuhnya seperti lampu dan segala macamnya dengan panjang 2.500 x 60 meter. Lalu ada taxi way dan apron yang juga sudah selesai,” ungkapnya.

Dia mengatakan, jika Bandara Kertajati memang ingin bisa melayani haji pada tahun ini masih ada waktu yang bisa dikejar untuk memperpanjang runway sampai 3.000 meter. Perpanjangan itu bagi dia tidak begitu sulit, karena lahan 500 meter yang dibutuhkan sudah dibebaskan.

“‎BIJB untuk pengoperasian haji tentu harus perpanjang runway sepanjang 500 meter. Dalam waktu tahun ini bisa dilakukan (melayani penerbangan haji), hanya perlu empat bulan untuk bisa melakukan (perpanjangan runway) ini. Hanya tinggal siapa yang akan memperpanjang apakah Kemenhub, AP (Angkasa Pura), atau dari APBN. Tapi intinya untuk mengejar waktu haji ini bisa. Lahan juga siap sebenarnya,” imbuhnya.

Pembangunan sisi darat, lanjut dia, sudah tidak diragukan lagi. Bintang yang melihat area terminal penumpang meyakini bahwa pengerjaannya bisa selesai awal tahun ini. Sekadar diketahui, pembangunan terminal yang masuk dalam sisi darat, sampai 31 Desember 2017 progresnya sudah mencapai 85 persen.

Pembangunan untuk sisi darat, yang pelaksana pembangunannya PT. BIJB, dibagi ke dalam tiga paket pengerjaan. Paket satu yang digarap PT. Adhi Karya (persero) Tbk. meliputi pekerjaan infrastruktur berupa ramp simpang susun, jalan, drainase, dan lansekap sudah rampung 100 persen.

Di paket dua, yang meliputi pembangunan utama yakni terminal penumpang sudah mencapai 80 persen. Paket dua dengan penyedia jasa dari KSO PT. Wijaya Karya dan PT. Pembangunan Perumahan (PP) Properti menggarap terminal, interior, pekerjaan façade, dan atap boarding lounge. Saat ini pengembang masih fokus merampungkan atap yang menyerupai ekor merak. Atap inilah yang nantinya akan menjadi ikon bandara.

Paket tiga meliputi pembangunan gedung operasional yang dikerjakan PT. Waskita Karya sudah mendekati sempurna, yakni 92 persen. PT. Waskita diberi tanggung jawab untuk mengerjakan sarana penunjang operasional bandara berupa incenerator, meteorologi, ground water tank, jalan kawasan, substation, dan perangkat keamanan kebakaran bandara. ‎

“Jadi saya lihat ke arah terminal semuanya sudah on progress. Secara teknis sudah tidak meragukan lagi. Diharapkan ini pada 1 Mei dioperasikan. Terminal juga sebesar ini bisa dioperasikan,” ungkapnya optimis.

Lainnya, dia berharap jalan tol dan non tol yang menjadi aksebilitas menuju bandara bisa selesai seiring beroperasinya bandara. Dia juga menyampaikan dorongan untuk kerja sama operasional (KSO) bandara.

Virda Dimas Ekaputra mengatakan PT. BIJB selaku pelaksana pembangunan dan pengoperasian bandara siap memenuhi agar di awal beroperasi bisa juga melayani penerbangan haji. Salah satu fasilitas, yakni hadirnya lounge haji dan umroh seluas 1.300 meter persegi. Fasilitas tersebut berada di lantai dua area bandara.

Untuk kesiapan lainnya, seperti akses jalan non-tol, pihaknya bersama Pemda Majalengka sudah memulai melakukan pengerjaan fisik. Akses itu mengambil jalan lurus sepanjang 1,8 kilometer. Sedangkan untuk akses tol Pemprov Jabar saat ini sedang melakukan pembebasan lahan sepanjang 3,8 kilometer. Akses tol tersebut nantinya akan terhubung langsung dengan Tol Cipali.* kf

 

Berita Lainnya

  • Pemerintahan
    14 Juli 2018 | 14:12 WIB

    Pemkab Bandung Lepas 2.582 Calon Jemaah Haji

    SOREANG, (WN.net) -- Pemerintah Kabupaten Bandung melepas 2.582 orang calon jemaah haji untuk diberangkatkan ke Tanah Suci Mekah musim haji tahun 2018. Para tamu Alloh itu dilepas Sekretaris Daerah Kabupaten ...

  • Pemerintahan
    11 Juni 2018 | 11:33 WIB

    Perizinan di Kabupaten Bandung Belum Terintegrasi

    SOREANG, (WN.net) -- Pelayanan perizinan di Dinas Perizinan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPPMPTS) Kabupaten Bandung dinilai belum terintegrasi dengan dinas teknis. "Kendala di kita itu perizinan belum terintegrasi, ...

  • Pemerintahan
    02 Juni 2018 | 19:21 WIB

    Wabup Bandung Soroti Pencemaran Lingkungan

    BANDUNG, (WN.net) - Makin beratnya pencemaran lingkungan, terutama akibat pumbuangan limbah berbahaya dan sampah ke sungai, mendapat perhatian serius Wakil Bupati Bandung, H. Gun Gun Gunawan.  Pencemaran terhadap sungai, kata Gun ...

  • Pemerintahan
    30 Mei 2018 | 15:15 WIB

    Rutilahu di Kabupaten Bandung Masih Tinggi

    SOREANG, (WN.net) -- Penduduk yang masih memiliki rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kabupaten Bandung ternyata masih tinggi. Sejak tahun 2010, di Kabupaten Bandung tercatat ada 22 ribu rutilahu yang ...

  • Pemerintahan
    29 Mei 2018 | 22:45 WIB

    LKPD Jabar Kembali Raih Opini WTP

    BANDUNG, (WN.net) – Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2017 Provinsi Jawa Barat kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Opini WTP kali ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net