Wibawa News


  • 27 Februari 2018 | 16:50 WIB
  • 00065 Kali Dilihat

Prof. Dinn Wahyudin, MA., Ketua Umum Hipkin 2018-2020

 Prof. Dinn Wahyudin, MA., Ketua Umum Hipkin 2018-2020
Kongres ke IV HIPKIN digelar pada Sabtu, 24 Pebruari 2018, di Isola Resort Kampus UPI.* upi.edu

BANDUNG, (WN.net) -- Indonsesia memiliki satu organisasi yang strategis dalam ikut serta memberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan, yaitu Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia atau Hipkin yang didirikan tahun 2003 di Bandung. Sesuai dengan amanat dalam AD/ART terdapat mekanisme keberlanjutan roda organisasi, yakni penggantian kepengurusan melalui wadah kongres. Kongres ke IV HIPKIN digelar pada Sabtu, 24 Pebruari 2018, di Isola Resort Kampus UPI.

Dalam tradisi Hipkin penyelenggaraan kongres selalu diiringi dengan kegiatan seminar/conference, bukan sekadar tradisi, melainkan sebagai wahana untuk meningkatkan kapasitas keilmuan, wawasan, dan berbagi pengalaman nyata/praktis dari para pembicara yang profesional di bidang kurikulum. Tema seminar kali ini adalah Kurikulum di Era Digital: Konsep, Desain, dan Implementasi Kurikulum di Era Disruptif”.

Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. Cepi Riyana, M.Pd., menjelaskan dalam sambutannya bahwa latar belakang tema tersebut didasari oleh adanya pemahaman bersama bahwa teknologi informasi dan komunikasi khususnya ‘teknologi digital’ tidak lagi menjadi pendukung atau pelengkap, tetapi menjadi komoditas primer yang dapat mengakselerasi kualitas hidup, karier, organisasi dan aktivitas, bahkan menjadi daya ungkit (laverage) bagi kesuksesan untuk pribadi, institusi, bahkan negara.

Di samping kelebihannya ICT & Digitalisasi juga merupakan disruptif bagi bidang lainnya, termasuk untuk dunia pendidikan, sehingga era disruptif saat ini sudah tidak dapat dielakan. Era ini sebagai masa saat bermunculan banyak inovasi yang tidak terlihat, tidak disadari oleh organisasi mapan sehingga mengganggu jalannya aktivitas tatanan sistem lama atau bahkan menghancurkan sistem lama tersebut. Untuk mampu bertahan hidup di era disruptif ini, setiap orang dan institusi harus mengubah paradigma berpikir dan cara berkehidupan melalui wadah sistem pendidikan dan kurikulum yang tepat.

Kegiatan seminar, kongres dan Reuni Program Studi Pengembangan Kurikulum ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UPI, Dr. Solehudin, MA., M.Pd. Dalam sambutannya, Beliau mengapresiasi kegiatan tersebut dan memberikan penguatan terhadap peran fungsi dan kiprah ilmu kurikulum sebagai “The Heart of Education” maka peran orgnisasi Hipkin sangat strategis untuk mengembangkan ide desain implementasi kurikulum dalam berbagai bentuk dan jenjang pendidikan di Indonesia.* upi.edu/har

Berita Lainnya

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net