Wibawa News


  • 05 Maret 2018 | 17:51 WIB
  • 00073 Kali Dilihat

Pemprov Jabar Salurkan 21 Ribu Ton Bansos Rastra

 Pemprov Jabar Salurkan 21 Ribu Ton Bansos Rastra
Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, menyerahkan simbolis Bansos Rastra kepada empat orang perwakilan keluarga penerima manfaat (KPM), di halaman rumah dinas Gedung Pakuan Kota Bandung, Senin (05/3/2018).* humas jabar

BANDUNG, (WN.net) -- Sebanyak 21 ribu ton lebih beras sejahtera (rastra) kembali disalurkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke 18 kabupaten. Bansos Rastra ini merupakan penyaluran tahap ke dua setelah pada Januari lalu jumlah yang sama juga telah disalurkan.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), melepas langsung pemberangkatan lima truk pengangkut beras dan menyerahkan simbolis Bansos Rastra kepada empat orang perwakilan keluarga penerima manfaat (KPM), di halaman rumah dinas Gedung Pakuan Kota Bandung, Senin (05/3/2018).

"Ini yang ke dua, jumlah yang pertama 21 ribu ton lebih hampir 22 ribu ton, yang ke dua jumlahnya juga sama. Ini terus kita salurkan," ujar Aher.

Dari bantuan ini, setiap KPM mendapatkan 10 kg beras perbulan tanpa harga tebus. Aher mengatakan, akurasi data KPM di tiap daerah harus terus dilakukan mengingat pergeseran data terus terjadi setiap saat. Boleh jadi perubahan tersebut akibat dari hasil program PKH dan program pengentasan kemiskinan lainnya yang membuat masyarakat menjadi tidak berhak menerima bantuan rastra.

"Tentu di lapangan harus ada akurasi data karena pergeseran data itu terus terjadi, boleh jadi perubahannya itu adalah penerima rastra yang dengan program PKH dan program pengentasan kemiskinan lainnya kemudian dia berhasil maka tidak berhak lagi menerima Bansos Rastra, jadi rastra ini datanya bisa berubah," katanya.

Aher berharap, perubahan data KPM itu lebih besar angka dari tidak mampu ke mampunya. Hal ini menandakan program pengentasan kemiskinan telah berhasil.

"Sebaliknya juga ada orang yang jatuh miskin padahal sebelumnya dia mampu. Mudah-mudahan perubahan angka dari tidak mampu ke mampu lebih besar daripada mampu ke tidak mampu, di situ berarti ada margin kan ada selisih, nah selisih itulah hasil tanda suksesnya program," jelas Aher.

Dari 21 ribu ton lebih Bansos Rastra yang disalurkan ke 18 kabupaten ini, masing-masing daerah mendapatkan jumlah yang berbeda bergantung pada tingkat kemiskinan di daerah. Paling banyak penerima Bansos Rastra yaitu Kabupaten Cianjur dan Ciamis.

"Porsinya disesuaikan dengan kebutuhan, bergantung pada tingkat kemiskinan di daerah. Paling banyak di Cianjur dan Ciamis. Karawang, Indramayu, Cirebon lebih sedikit jumlah penerimanya," ucap Aher.

Sampai saat ini pendistribusian Rastra ke tiap daerah terbilang lancar dan tepat waktu. Hal ini karena didukung infrastruktur jalan yang baik hingga ke pelosok pedesaan. Aher berharap, masyarakat harus menerima dan menggunakan Bansos Rastra ini dengan baik. Disaat yang sama bantuan ini juga akan mengakselerasi pengentasan kemiskinan. Ia pun meminta masyarakat untuk tidak mengandalkan dari bantuan Rastra karena akan membuat masyarakat tidak bekerja keras dan mandiri.

"Saya harap tiap daerah juga berlomba untuk mengurangi jumlah KPM nya, saya minta khusus ke Bupati dan dengan berbagai programnya," harap Aher.

Salah seorang penerima Bansos Rastra yang berasal dari Kabupaten Bandung Barat, Arifin, mengaku bersukur mendapatkan bantuan Rastra yang menurutnya cukup membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarganya.

"Bantuan seperti ini saya rasa bagus karena masih banyak masyarakat menengah ke bawah yang masih membutuhkan, dengan adanya Bansos Rastra ini cukup terbantu," ujarnya.

Kualitas berasnya sendiri menurut Arifin cukup baik dan sangat layak untuk dikonsumsi.

"Kualitas berasnya bagus. Alhamdulillah bantuan 10 kg beras ini sangat bermanfaat intuk keluarga," katanya.* kf

Berita Lainnya

  • Pemerintahan
    18 September 2018 | 14:06 WIB

    Dampak Kenaikan Dollar AS, PDAM Tirta Raharja Sesuaikan Tarif

    SOREANG, (WN.net)-- Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS belakangan ini, berimbas pada biaya operasional produk air bersih Perusahaan Daerah Air Minun (PDAM) Tirta Raharja, Kabupaten Bandung. "Sebagaimana kita ketahui, saat ...

  • Pemerintahan
    13 September 2018 | 22:48 WIB

    Yayat: Tataruang Pertanian di Kabupaten Bandung Ada Pergeseran

    SOREANG, (WN.net) -- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, H. Yayat Hidayat, berharap Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong agar  tataruang pertanian perlu ditata secara lebih spesifik. "Legislatif meminta agar tataruang dimasukkan (dalam draft ...

  • Pemerintahan
    14 Agustus 2018 | 08:59 WIB

    Minat Baca Kalangan Remaja Memudar

    SOREANG, (WN.net) --Dewasa ini minat baca dan gemar membaca di kalangan masyarakat, tetutama generasi muda perlahan mulai memudar. "Kondisi ini menjadi tantangan bagi kita untuk mencari terobosan dan inovasi baru untuk ...

  • Pemerintahan
    08 Agustus 2018 | 12:07 WIB

    Penilaian Sinergitas Kinerja Kecamatan, Margahayu Melaju ke Provinsi

    SOREANG, (WN.net) -- Kecamatan Margahayu mewakili Kabupaten Bandung pada penilaian sinergitas kinerja kecamatan tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar). Kecamatan Margahayu terpilih karena memiliki beberapa inovasi dalam menjalankan tugas pokok dan ...

  • Pemerintahan
    01 Agustus 2018 | 15:11 WIB

    Dewan Minta Anggaran Bisa Terserap Maksimal

    SOREANG, (WN.net) -- Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2017 telah ditetapkan dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung, Jumat (27/7). Dalam paripurna yang dipimpin ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net