Wibawa News


  • 06 Maret 2018 | 19:01 WIB
  • 00061 Kali Dilihat

ITB Gelar Olahraga Keakraban

 ITB Gelar Olahraga Keakraban

BANDUNG, (WN.net) -- Dalam rangka memeriahkan peringatan hari ulang tahun yang ke-59, Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar olah raga keakraban pada hari Minggu, (4/3/2018), di Sasana Olah Raga ITB (Saraga). Acara tersebut merupakan acara puncak dari serangkaian kegiatan yang telah dilakukan satu bulan terakhir untuk selebrasi hari ulang tahun yang ke-59 ITB. Acara yang berlangsung mulai pukul tujuh pagi itu, diikuti oleh  staf pengajar, tenaga kependidikan, dan juga mitra ITB. Rektor ITB, Prof. Kadarsah Suryadi, juga turut hadir dalam acara ini. 

Ada dua mata acara yang dibawakan dalam kegiatan tersebut, yakni lomba senam poco-poco dan lomba lari 5 km putra-putri. Sebelumnya ITB juga mengadakan lomba voli putra dan putri, futsal putra, dan bola tangan putri. Sejumlah doorprize dengan hadiah utama 1 unit sepeda motor, menambah antusias sivitas akademika ITB untuk turut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Acara olah raga keakraban ini dibuka secara langsung oleh Rektor ITB, Prof. Kadarsah Suryadi, dengan melakukan senam gemufamire bersama keluarga besar ITB, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Setelah acara resmi dibuka, kedua mata acara, yakni lomba senam poco-poco dan lomba lari 5 km, langsung dilakukan secara bersamaan, di tempat yang terpisah. 

Lomba poco-poco diikuti sebanyak 19 tim unit kerja yang sebelumnya telah melakukan pendaftaran. Masing-masing tim terdiri atas 10 orang dengan mengenakan kostum terbaiknya masing-masing. Pelaksanaan lomba poco-poco tersebut dibagi menjadi dua giliran, yang pertama diikuti oleh 9 tim dan yang kedua 10 tim. Penilaian untuk menentukan pemenang lomba senam poco-poco ini dilakukan secara langsung oleh panitia dengan tiga kriteria penilaian utama, yaitu variasi gerakan dengan bobot 60%, kekompakan 35%, dan keindahan 5%. Setelah semua tim menampilkan senamnya masing-masing, juri mengambil delapan tim terbaik yang masuk ke babak final dan akan dipilih tiga tim terbaik yang akan menjadi juara serta satu tim terheboh. Lomba ini berhasil dimenangkan oleh tim dari Sekolah Farmasi (SF) sebagai juara pertama.

Untuk mata acara lomba lari 5 km dibagi menjadi empat kategori, yaitu putra-putri dengan usia lebih dari 50 tahun dan putra-putri dengan usia kurang dari 50 tahun. Keterangan lomba lari datang dari ketua panitia lomba lari, Syamsul Bachri. Dirinya mengatakan bahwa lomba lari 5 km merupakan sesuatu yang baru di peringatan dies natalis ITB. 

“Pelaksanaan lomba lari tersebut dilakukan dengan start point dan end point nya adalah saraga. Peserta lari mengelilingi satu putaran penuh lapangan saraga, dilanjutkan dengan mengelilingi kampus ITB, dan kembali mengelilingi satu putaran penuh lapangan bola saraga. Namun karena waktu dan kondisi yang tidak memungkinkan, tahapan terakhir yakni mengelilingi lapangan bola saraga tidak jadi dilakukan, sehingga total jarak yang ditempuh pelari hanya berkisar 4,7 km. Lomba lari 5 km sendiri merupakan acara baru dalam pelaksanaan dies natalis ITB, sebelumnya ada mata acara jalan sehat dan lomba lari estafet yang pada tahun ini kita hapuskan, ” ujar ketua panitia penanggung jawab lomba lari, Syamsul Bachri.

Setiap pelari yang berhasil mencapai garis finish Sebelum 2 menit, diberikan medali oleh panitia. 

Lebih lanjut dikatakan oleh Syamsul, tujuan diadakannya acara ini supaya setiap bagian yang ada di unit kerja ITB dapat turut berpartisipasi untuk memeriahkan perayaan Dies Natalis ke-59 ITB, dan sekaligus ajang silahturahmi pegawai dalam satu keluarga besar ITB. Di sela-sela acara tersebut, diadakan pula acara selingan berupa penampilan bernyanyi, pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para juara lomba voli putra maupun putri, juara tim futsal putra, dan juara tim bola tangan putri. Acara diakhiri dengan pengumuman pemenang doorprize dari para sponsor dan mitra kerja ITB.* itb.ac.id/wnn

Berita Lainnya

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net