Wibawa News


  • 08 Maret 2018 | 13:50 WIB
  • 00130 Kali Dilihat

Jabar Kukuhkan Diri Jadi Provinsi Ter-“Caang”

 Jabar Kukuhkan Diri Jadi Provinsi Ter-“Caang”
Acara peresmian program "Jabar Caang 2018" menuju rasio elektrifikasi listrik Jawa Barat 100% di Desa Sukalillah, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Rabu (7/3/2018).* humas jabar

KABUPATEN GARUT, (WN.net) -- Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mencanangkan rasio elektrifikasi (RE) mencapai 100% pada 2018. RE bersumber dari tenaga listrik jaringan PLN di Jawa Barat pada saat ini sudah mencapai ± 99,87 % (DJK, September 2017). Dengan demikian, masih terdapat 0,13 % masyarakat atau 12.073 rumah tangga di Jabar yang belum memiliki sambungan tenaga listrik PLN secara langsung.

Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher), mengatakan RE ini meningkat signifikan dibanding 2008, di awal masa jabatannya sebagai gubernur periode pertama, dengan RE sebesar 65%. Aher menyampaikan hal ini dalam acara peresmian program "Jabar Caang 2018" menuju rasio elektrifikasi listrik Jawa Barat 100% di Desa Sukalillah, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Rabu (7/3/2018).

"Di awal saya sebagai Gubernur, rasio elektrifikasinya baru mencapai 65 persen pada 2008. Tapi karena dengan keterlibatan berbagai pihak, maka sepuluh tahun kemudian, sekarang sudah diangka 99,87 persen," ujar Aher dalam sambutannya.

"Ini (sisa elektrifikasi) harus disisir, karena kalau angkanya sudah 0,13 persen sudah agak sulit nyarinya. Saya minta ke ESDM segera untuk mencari dan menginventarisasi dimana 0,13 persen itu untuk kita keroyok bersama, bersama-sama stakeholder yang lain, sehingga 2019 kita bisa declare Jabar caang 100 persen," lanjutnya.

Aher menambahkan, pihaknya menganggarkan sekitar Rp30 miliar untuk elektrifikasi tahun ini. Namun, dia juga mengharapkan bantuan dari berbagai pihak, seperti berbagai program CSR baik dari swasta maupun BUMN. Aher mengungkapkan, Pemprov Jabar akan mengarahkan berbagai program CSR yang ada untuk program elektrifikasi atau sambungan jaringan listrik.

Pemasangan sambungan tenaga listrik melalui PLN dinilai merupakan pola yang cukup signifikan untuk mempercepat peningkatan rasio elektrifikasi. Hal ini sebagai salah satu upaya pemerataan pembangunan, sekaligus mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan kualitas hidup yang lebih sejahtera.

Tahun Anggaran 2017, Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat telah melaksanakan penyambungan listrik terhadap masyarakat miskin dan tidak mampu berdasarkan Data Terpadu (BDT) TNP2K sebanyak 23.248 rumah tangga yang tersebar di 18 kabupaten dan 3 (tiga) kota, meliputi 249 kecamatan, 530 desa/kelurahan yang dilaksanakan oleh 7 (tujuh) Unit Pelaksana Teknis Dinas ESDM.

Untuk program Jabar Caang ini, pihak Pemprov Jabar membiayai kelistrikan dari sisi infrastrukturnya, jaringan dan tiang-tiang listrik, serta pemasangan instalasi.

"Insyaallah masyarakat kita mampu membayar (listrik) kalau sudah terpasang. Apalagi pakai token masyarakat bisa lebih hemat, dalam sebulan paling 30 ribu sampai 50 ribu," kata Aher.

Capaian elektrifikasi ini pun mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian ESDM RI. Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan, Munir Ahmad, yang hadir mewakili Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, menuturkan rasio elektrifikasi Jabar lebih besar daripada capaian nasional sebesar 95,35% dari target 92,75%. Diharapkan apa yang dilakukan Jabar bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya.

"Kami mengapresiasi capaian elektrifikasi Jabar yang lebih besar daripada rata-rata nasional. Pemprov Jabar yang menganggarkan dana untuk program instalasi gratis bagi masyarakat tidak mampu di Jabar menurut kami sangat bagus dan patut diapresiasi," tukas Munir.

Munir menambahkan, Pemerintah Pusat juga terus berkomitmen meningkatkan kapasitas terpasang pembangkit tenaga listrik melalui percepatan pembangunan program infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 MW. Pemerintah Pusat juga memiliki program melistriki 2.500 desa, agar desa-desa tertinggal, pedalaman, dan perbatasan dapat teraliri listrik.* kf

Berita Lainnya

  • Pemerintahan
    18 September 2018 | 14:06 WIB

    Dampak Kenaikan Dollar AS, PDAM Tirta Raharja Sesuaikan Tarif

    SOREANG, (WN.net)-- Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS belakangan ini, berimbas pada biaya operasional produk air bersih Perusahaan Daerah Air Minun (PDAM) Tirta Raharja, Kabupaten Bandung. "Sebagaimana kita ketahui, saat ...

  • Pemerintahan
    13 September 2018 | 22:48 WIB

    Yayat: Tataruang Pertanian di Kabupaten Bandung Ada Pergeseran

    SOREANG, (WN.net) -- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, H. Yayat Hidayat, berharap Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong agar  tataruang pertanian perlu ditata secara lebih spesifik. "Legislatif meminta agar tataruang dimasukkan (dalam draft ...

  • Pemerintahan
    14 Agustus 2018 | 08:59 WIB

    Minat Baca Kalangan Remaja Memudar

    SOREANG, (WN.net) --Dewasa ini minat baca dan gemar membaca di kalangan masyarakat, tetutama generasi muda perlahan mulai memudar. "Kondisi ini menjadi tantangan bagi kita untuk mencari terobosan dan inovasi baru untuk ...

  • Pemerintahan
    08 Agustus 2018 | 12:07 WIB

    Penilaian Sinergitas Kinerja Kecamatan, Margahayu Melaju ke Provinsi

    SOREANG, (WN.net) -- Kecamatan Margahayu mewakili Kabupaten Bandung pada penilaian sinergitas kinerja kecamatan tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar). Kecamatan Margahayu terpilih karena memiliki beberapa inovasi dalam menjalankan tugas pokok dan ...

  • Pemerintahan
    01 Agustus 2018 | 15:11 WIB

    Dewan Minta Anggaran Bisa Terserap Maksimal

    SOREANG, (WN.net) -- Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2017 telah ditetapkan dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung, Jumat (27/7). Dalam paripurna yang dipimpin ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net