Wibawa News


  • 27 Mei 2018 | 20:48 WIB
  • 00059 Kali Dilihat

Smart CCTV Karya Mahasiswa ITB Bisa Kenali Wajah Penyusup

 Smart CCTV Karya Mahasiswa ITB Bisa Kenali Wajah Penyusup
Smart CCTV karya mahasiswa ITB bisa kenali wajah penyusup.* itb.ac.id

BANDUNG, (WN.net) – Sejumlah mahasiswa tingkat akhir Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar karya inovasi alat elektronika dalam rangkaian acara EE (Electrical Engineering) Days 2018. Acara ini diselenggarakan pada  22-24 Mei 2018 di Aula Timur ITB sebagai salah satu sarana untuk memamerkan karyanya sebagai rangkaian tugas akhir mereka.

Di antara karya yang dipamerkan, salah satu gerai memamerkan karya yang cukup unik, yaitu rangkaian sistem penghitungan pengunjung dan pengenalan wajah yang diintegrasikan dengan kamera CCTV (Closed Circuit Television).
Sebagaimana diberitakan laman itb.ac.id, maraknya kasus pencurian dan penyelundupan serta kurang efektifnya manfaat CCTV melatarbelakangi Reza Montazery Permanda, Fransiskus Yoga Esa Wibowo, dan Rafi Dasa Nanda Putra untuk mengembangkan sistem ini.

Sistem pengenalan wajah sendiri merupakan salah satu fitur yang akhir-akhir ini kerap dikembangkan oleh developer terkemuka seperti Android dan Apple. Pusat-pusat perbelanjaan juga dapat menggunakan sistem ini untuk mempermudah penghitungan data jumlah pengunjung setiap harinya.

“Kadang-kadang di museum atau pertokoan memiliki CCTV, namun tetap saja dengan sistem yang sudah ada hampir tidak memungkinkan untuk bisa menghitung secara manual jumlah pengunjung yang datang pada hari tersebut, padahal hal itu penting untuk pengolahan data lebih lanjut dalam pusat perbelanjaan tertentu,” jelas Reza mewakili rekan-rekannya.
Selain itu, fitur facial recognition dikembangkan untuk mengetahui keluar masuk orang dalam sebuah ruangan.

“Apakah orang yang tadinya masuk ke dalam ruangan sudah keluar atau belum. Seandainya ada tindakan pencurian yang terekam CCTV, kita juga jadi memiliki data yang mencukupi untuk mengetahui kapan dia masuk dan keluar, sehingga lebih mudah bagi petugas keamanan untuk melacak pelaku,” ujarnya.

Ia mencontohkan keamanan di transportasi umum seperti kereta api atau bus, kadang-kadang ada penumpang yang suka menyelundup tanpa membeli tiket atau membayar. Pengunaan sistem ini bisa membantu pengembang untuk mencari cara menanggulangi masalah yang merugikan bagi mereka.

Ia mengatakan sistem yang mereka kembangkan lebih efisien dan lebih hemat, karena sistem akan menggunakan server dari komputer security, jadi tidak diperlukan pembuatan server baru yang akan memakan lebih banyak biaya lagi.

“Tiongkok sebelumnya sudah mengembangkan visitor counter juga, namun hanya ada fitur menghitung jumlah pengunjung dan mengambil gambar, belum mengembangkan fitur facial recognition. Selain itu, alat yang dikembangkan Tiongkok juga membutuhkan server sendiri dan tentunya lebih mahal daripada karya kami yang menggunakan server yang terintegrasi dengan komputer security,” jelas Reza.

Reza berharap karya yang dikembangkannya itu dapat diproduksi secara massal, sehingga karya anak bangsa di bidang teknologi dapat membantu menurunkan angka kriminalitas di Indonesia.* wnn
 

Berita Lainnya

  • Pendidikan
    31 Mei 2018 | 19:43 WIB

    Sabilulungan, Pentas Amal Lingkung Seni Sunda Mahasiswa ITB

    BANDUNG, (WN.net) -- Pada 26 Mei 2018, Lingkung Seni Sunda (LSS) ITB, salah satu unit kesenian mahasiswa di ITB, sukses menggelar sebuah acara tahunan. Acara yang rutin diselenggarakan tersebut kali ...

  • Pendidikan
    29 Mei 2018 | 22:33 WIB

    Mapach UPI Taklukan Gunung Semeru dan Arjuno

    BANDUNG, (WN.net) -- Mahasiswa Pecinta Alam Civics Hukum (Mapach) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung mengadakan ekspedisi ke dua gunung yang terletak di provinsi Jawa Timur, yaitu Gunung Semeru dan Arjuno. ...

  • Pendidikan
    29 Mei 2018 | 22:31 WIB

    Jurusan Ilmu Komunikasi UIN SGD Gelar Seminar Pemanfaatan Internet

    BANDUNG, (WN.net) -- Jurusan Ilmu Komunikasi UIN SGD Bandung, Smartfren, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo) bekerja sama menggelar seminar bertajuk “Smartfren Roadshow Goes to School and Campus: Internet ...

  • Pendidikan
    27 Mei 2018 | 20:46 WIB

    FPEB UPI Gelar Workshop Penulisan Proposal PKM

    BANDUNG, (WN.net) -- Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan kegiatan Workshop Penulisan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2018 Pendanaan Tahun 2019 Batch 1, yang ...

  • Pendidikan
    27 Mei 2018 | 20:43 WIB

    KY Andalkan Hakim Agama daripada Hakim Umum

    SUMEDANG, (WN.net) -- Ketua Komisi Yudisial (KY) RI, Prof. Dr. H. Aidul Fitriciada Azhari, SH., M.Hum., mengharapkan para hakim agama mampu mempengaruhi sistem hukum secara keseluruhan, karena hakim agama memiliki ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net