Wibawa News


  • 08 Juni 2018 | 21:34 WIB
  • 00195 Kali Dilihat

Aceng Fikri: Penyebaran Radikalisme di Kampus Telah Berlangsung 35 Tahun

 Aceng Fikri: Penyebaran Radikalisme di Kampus Telah Berlangsung 35 Tahun
Anggota DPD RI Perwakilan Jawa Barat, Aceng Fikri.* hariyawan

BANDUNG, (WN.net) – Menanggapi pernyataan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), yang mensiyalir terdapat 7 perguruan tinggi negeri (PTN) telah terpapar radikalisme, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) perwakilan Jawa Barat, Aceng Fikri, melihatnya sebagai fenomena gunung es.  Hal ini menurutnya tidak lepas dari aktivitas penyebaran radikalisme di kampus telah berlangsung sejak 1983.

"Artinya, telah 35 tahun aktivitas penyebarannya berlangsung," jelas Aceng yang dihubungi melalui teleconference dalam acara Dialog Isu-isu Kontemporer Pemerintahan (FDKIP), yang digagas EDAS, Jumat (8/6/2018) di Bandung.

 Aceng menjelaskan, sebagai ideologi Pancasila sudah selesai untuk diperdebatkan. Namun dalam pelaksanaan harus diakui masih jauh dari yang dicita-citakan. Hal ini menyebabkan sebagian kalangan kecewa dan tidak bisa menerima kondisi tersebut. Namun, menurutnya, yang salah bukan Pancasilanya.

"Tidak logis dong Pancasila yang tidak salah, kok mau diganti. Saya sepakat kalau misalkan ada yang berpendapat bahwa sila ke lima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia harus terus diimplementasikan," tuturnya.

Terkait fenomena gunung es yang dimaksud Aceng, menurutnya harus segera dicegah penyebarannya. Seperti yang ditegaskan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, seluruh elemen bangsa harus terlibat aktif mencegah infiltrasi segala bentuk faham yang ingin mengganti ideologi Pancasila.

"Presiden sudah jelas sikapnya. Saya harap seluruh elemen bangsa harus segera merespon secara positif," tegasnya.

Pemberlakuan Undang Undang Antiterorisme yang telah direvisi, lanjut Aceng, menjadi legitimasi kuat untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap penyebaran faham radikal,  khususnya di lingkungan kampus, umumnya di masyarakat luas.

"Tentu kita harus menghormati otoritas kampus, namun ada kepentingan yang lebih luas, yaitu kepentingan bangsa dan negara yang harus diselamatkan dari berbagai ancaman," jelasnya.

Selain upaya preventif dan preentif, yang dapat dilakukan pemerintah adalah membangun kembali koalisi sosial yang kembali didengungkan Azyumardi Azra.

"Koalisis sosial harus kembali dibangun dan dikuatkan dengan mengangkat nilai-nilai ideologi kebangsaan, kearifan local, dan Islam Wastiyah. Ini agenda penting untuk segera dirumuskan, termasuk di antaranya penguatan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)," terang Aceng.

 FDIKP yang diselanggarakan Eksplorasi Dinamika Analisis Sosial (EDAS) ini merupakan kali ke tiga dari kegiatan diskusi ilmiah dwimingguan. Dalam acara diskusi yang menghadirkan Sekretaris Forum Koordinasi Pencegahan Teroris (FKPT) Jawa Barat, Dr. Phil Gustiana Isya Marjani, dan analis politik EDAS, Dr. Wawan Gunawan, ini mengangkat tema “Membumikan Pancasila: Cegah Tangkal Radikalisme di Lingkungan Kampus”.* hy

Berita Lainnya

  • Politik
    17 September 2018 | 16:12 WIB

    Bawaslu Konsen Awasi Aliran Dana Hasil Korupsi

    SOREANG, (WN.net)-- Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) akan fokus mengawasi aliran dana hasil korupsi dan pencucian uang sebagai modal politik pada Pemilu 2019. "Untuk mencegah dana hasil korupsi, pencucian uang, ini menjadi ...

  • Politik
    02 September 2018 | 16:46 WIB

    Puluhan Anggota PPS di Kabupaten Bandung Mengundurkan Diri

    SOREANG, (WN.net) -- Puluhan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Bandung mengundurkan diri. Sejak Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat 2018, jumlah anggota PPS dari sejumlah desa yang mengundurkan ...

  • Politik
    13 Agustus 2018 | 16:50 WIB

    8 Bacaleg Tidak Lolos Verifikasi KPU Kabupaten Bandung

    SOREANG, (WN.net) -- Dari 703 orang bakal calon legislatif (bacaleg) yang diajukan 15 partai politik ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung, sebanyak delapan (8) orang bacaleg tidak lolos verifikasi ...

  • Politik
    08 Agustus 2018 | 12:10 WIB

    Masyarakat Harus Kawal Data Pemilih 2019

    SOREANG, (WN.net) -- Masyarakat diharapkan turut berpartisipasi mengawasi, meng-update, mengawal akurasi data pemilih untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. "Kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan turut berpartisipasi untuk mengawasi, meng-up date, mengawal data ...

  • Politik
    18 Juli 2018 | 13:27 WIB

    H. Dadan Konjala: Saya Masih Punya PR

    SOREANG, (WN.net) -- Salah satu dari 55 bakal calon legislatif (bacaleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk anggota DPRD Kabupaten Bandung  pada Pemilu 2019, adalah H. Dadan Konjala. Dia ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net