Wibawa News

Berita Terbaru


  • 11 Juni 2018 | 11:33 WIB
  • 00132 Kali Dilihat

Perizinan di Kabupaten Bandung Belum Terintegrasi

 Perizinan di Kabupaten Bandung Belum Terintegrasi
Anggota Komisi A, DPRD Kabupaten Bandung, H. Agus Ahmadi. * deddyra

SOREANG, (WN.net) -- Pelayanan perizinan di Dinas Perizinan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPPMPTS) Kabupaten Bandung dinilai belum terintegrasi dengan dinas teknis.

"Kendala di kita itu perizinan belum terintegrasi, terutama perizinan yang memerlukan rekom dari dinas teknis, seperti Lingkungan Hidup, Dinas PU PR, dan lainnya," jelas H. Agus Ahmadi, anggota Komisi A, DPRD Kabupaten Bandung, di Soreang, Sabtu (9/6).

Dalam masalah pelayanan perizinan, kata Agus, Kabupaten Bandung masih tertinggal dengan daerah lain, seperti Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

"Ketika kami Komisi A melakulan kunjungan kerja ke Tegal, ternyata soal perizinan di sana sudah lebih baik. Perizinan sudah terintegrasi dalam pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), bahkan sudah online," kata Agus yang turut serta melakukan kunjungan bersama Ketua Komisi A, H. Cecep Suhendar; kordinator Komisi A, Hen Hen Asep Suhendar (Wakil Ketua DPRD), beserta seluruh anggotanya, Kamis lalu.

Anggota Komisi A  yang membidangi perizinan, pemerintahan, pertanahan ini, menjelaskan masalah perizinan tidak terlepas dari beberapa rekom sejumlah dinas teknis. Bila tidak teritegrasi di PTSP, maka proses pelayanan perizinan menjadi lambat dan ribet bagi masyarakat pemohon.

"Ini yang sering menjadi keluhan para pemohon yang disampaikan kepada kami (dewan, Red.), terutama proses perizinan lebih besar yang harus ada rekom dinas teknis," tutur Agus.

Karena itu, imbuh anggota Fraksi PKB ini, untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik, Dinas DPPMPTS sudah saatnya harus terintegrasi dalam PTSP. Dalam PTSP tersebut ada petugas dari masing-masing dinas teknis, sehingga proses pelayanan perizinan bisa lebih cepat.

"Untuk perizinan ini sudah ada perdanya. Untuk teritegrasi dengan dinas teknis dalam PTSP tinggal dibuatkan Peraturan Bupati (Perbup). Kita dorong PTSP di Kabupaten Bandung mudah-mudahan tahun 2018 ini sudah terintegrasi, agar pelayan perizinan lebih baik lagi," tutur Agus.

Lebih daripada itu, katanya, DPPMPST Kabupaten Bandung diharapkan sudah menggunakan sistem online, sehingga masyarakat pemohon perizinan tidak perlu berhadapan langsung dengan petugas, cukup mengakses dari rumah. Dengan sistem online, selain pelayanan lebih cepat, akan mengeliminir praktek percaloan dan pungutan liar.

"Saat ini pelayanan perizinan sudah cukup baik, terutama untuk SIUP, SITU, bahkan satu jam bisa selesai Tapi untuk perizjinan skala besar, belum teritegrasi dengan dinas teknis, sekarang sedang proses dan mudah-mudaan 2018 ini bisa terwujud," kata Agus Ahmadi.* deddyra

 

Berita Lainnya

  • Pemerintahan
    14 November 2018 | 14:59 WIB

    Tahun 2019, Akur Fokus Program Jalan Leucir

    KBB, (WN.net) -- Sejak dilantik 20 September 2018, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, dan Wakil Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan, langsung lumpat (lari) untuk memenuhi janji-janji politiknya terhadap masyarakat. ...

  • Pemerintahan
    14 November 2018 | 14:27 WIB

    Di Kab. Bandung, Ratusan Ton Sampah Dibuang Sembarangan

    SOREANG, (WN.net) -- Volume sampah di Kabupaten Bandung masih sangat tinggi. Menurut Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, volume sampah yang dihasilkan masyarakat Kabupaten Bandung saat ini mencapai 1,440 juta ...

  • Pemerintahan
    13 November 2018 | 08:40 WIB

    Bupati Bandung Buka MQK VII

    SOREANG, (WN.net) -- Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, mengatakan Kabupaten Bandung memiliki kekayaan sumber daya manusia (SDM) di pesantren. "Pensantren merupakan ciri khas pendidikan di Indonesia yang melahirkan jenderal-jenderal. Santri ...

  • Pemerintahan
    13 November 2018 | 08:38 WIB

    Partisipasi Baru 77,03%, Kesbangpol KBB Terus Lakukan Penyuluhan Politik

    KBB, (WN.net) -- Kabupaten Bandung Barat menargetkan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 sebesar 85%. Sedangkan partisipasi pada Pemilihan Kepala Daerah tahun lalu baru 77,03% dari jumlah ...

  • Pemerintahan
    10 November 2018 | 18:54 WIB

    500 Asep Pecahkan Rekor Muri

    SOREANG, (WN.net) -- 500 orang yang bernama Asep berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri), setelah secara  serentak memakan olahan dari bahan ganyong. Rekor Muri 500 Asep "pemakan ganyong" itu pecah, ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net