Wibawa News


  • 10 Juli 2018 | 19:10 WIB
  • 00151 Kali Dilihat

Citra Diri Ridwan-Uu Tarik Basis Massa Partai Lain

 Citra Diri Ridwan-Uu Tarik Basis Massa Partai Lain
Diskusi Politik “Perilaku Memilih dan Peta Politik Jawa Barat Jelang Pemilu 2019”, di Kampus FISIP Unpad, Bukit Dago Utara,Bandung, Selasa (10/7).*

BANDUNG, (WN.net) – Citra diri pasangan calon (paslon) pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018, ternyata mampu menarik basis massa dari partai pendukung paslon yang lain. Terbukti citra diri paslon Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul (Rindu), yang diusung PKB, PPP, Nasdem, dan Hanura, berdasarkan indikator perhatian pada masyarakat, mampu memimpin, bisa dipercaya, dan bersih dari korupsi, unggul jauh dari tiga paslon lainnya.

Berdasarkan indikator perhatian pada masyarakat, Rindu meraih persentase 56,55, Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik), 23,2; Deddy Mizwar-Deddy Mulyadi (2DM), 16,7; dan Tb. Hasanudin-Anton Charlian (Hasanah), 3.4.

Hal tersebut berdasarkan penelitian Perilaku Memilih Pada Pilgub Jabar 2018, yang dilakukan Pusat Studi Politik dan Demokrasi FISIP Universitas Padjadjaran, yang disampaikan Kepala Pusat Studi Politik dan Demokrasi Unpad,   Ari Ganjar Herdiansah, S. Sos., M.Si., Ph.D., pada Diskusi Politik “Perilaku Memilih dan Peta Politik Jawa Barat Jelang Pemilu 2019”, di Kampus FISIP Unpad, Bukit Dago Utara, Bandung, Selasa (10/7).

“Terbukti berdasarkan penelitian yang kami lakukan, pasangan Rindu mampu menarik basis massa PDIP (52,2%) yang notabene pendukung Hasanah, juga menarik basis massa Partai Golkar (45,2%) yang notabene  pendukung 2DM. Ini lebih pada citra diri paslon,” kata Ari, pada diskusi yang dipandu Kepala Pusat Studi Keamanan Nasional dan Keamanan global Unpad,  Dr. Yusa Djuyandi, S.IP., M.Si., ini.

Lewat penelitian yang menggunakan metode exit poll dan wawancara ini, diperoleh representasi calon yang paling baik, secara persentase berurutan, Rindu (52,5), Asyik (26,3), 2DM (17,7), dan Hasanah (3,5).

Debat Pilgub Jabar juga merepresentasikan keterpilihan paslon. Dalam debat ini, paslon Rindu unggul (52,5), disusul Asyik (26,3), 2DM (17,7), dan Hasanah (3,5).

Dalam diskusi yang juga menampilkan pemateri Peneliti Pusat Studi Politik dan Demokrasi Unpad, Firman Manan, S.IP., MA., ini, menurut Ari, yang menjadi sumber informasi berita politik yang diterima masyarakat, selain televisi (60,6) menjadi sumber utama, ternyata internet juga sangat berperan besar (37,4), setelah itu baru koran  (1,6) dan radio yang jauh lebih kecil (0,5).

“Besarnya persentase sumber informasi politik dari internet memang cukup mengejutkan. Dari internet, masyarakat terutama mendapat informasi dari instagram, kemudian facebook, media online, dan twitter,” jelas Ari.

Terkait pilihan massa Islam, Rindu dominan dipilih oleh warga NU (45,77), FUI (66,67), dan bukan ormas Islam manapun (53,18). Sedangkan warga Muhamadiyah (64,29) dan Persis (65,22) cenderung memilih pasangan Asyik.

Dari hasil penelitian itu pula, dapat disimpulkan bahwa isu-isu yang mempengaruhi pilihan, yaitu masih tingginya angka pengangguran, masih tingginya angka kemiskinan, perlunya pemimpin yang bersih dan bebas KKN, rendahnya tingkat kesejahteraan, infrastruktur perlu ditingkatkan, serta kerusakan Sungai Citarum.* hy

Berita Lainnya

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net