Wibawa News

Berita Terbaru


  • 14 Agustus 2018 | 09:09 WIB
  • 00108 Kali Dilihat

Soal Tunggakan Pekerjaan Tol Soroja, PT. CBS Akan Gunakan Pengeboran Beton Tol

 Soal Tunggakan Pekerjaan Tol Soroja, PT. CBS Akan Gunakan Pengeboran Beton Tol
PT. Citra Bangun Sarana (CBS) kembali bertemu dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung, Kamis (9/8).* deddyra

SOREANG, (WN.net) – PT. Citra Bangun Sarana (CBS) kembali bertemu dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung, Kamis (9/8). Rombongan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bandung ini diterima Ketua Komisi A, H. Cecep Suhendar di ruang rapat Komisi, Lantai 2, Gedung Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung, Soreang.

PT. CBS bersama sejumlah vendor  subkontraktor Proyek Jalan Tol Soreang-Pasir Koja ini tetap meminta dewan untuk memperjuangkan nasib mereka, atas tunggakan pengerjaan proyek yang sudah lama belum dibayarkan oleh PT. Wijaya Karya (Wika) sebagai konsorsium utama mega proyek yang sudah diresmikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu itu.

PT. CBS sebagai subkontraktor mengklaim tunggakan pekerjaan yang belum dibayarkan senilai Rp19 miliar. Namun pihak PT. Wika mengelak bila tunggakan yang belum dibayarkan nilainya sebesar itu. Menurut mereka masih ada salah perhitungan volume pengerjaan.

Direktur PT. CBS, Ery Rusman, berpendirian bahwa nilai pekerjaan sebesar itu sudah sesuai perhitungan matang melalui tenaga ahli.

"Kami tetap menuntut hak kami atas kerugian materil maupun nonmateril, besarnya mencapai Rp19 miliar. Itu hasil pengukuran kami berdasarkan data curah," jelas Ery Rusman, usai mediasi dengan Komisi A.

Ery menyayangkan, karena sampai saat ini tidak ada itikad baik dari PT. Wika. Padahal janji saat pertemuan dengan DPRD Kabupaten Bandung beberapa waktu silam, yang akan segera menuntas permasalahan dengan PT. CBS secapat mungkin.

"Janjinya seperti teman media ketahui, paling lambat dua mingggu akan segera diselesaikan, ternyata sekarang sudah lewat dua minggu belum juga ada keputusan," katanya.

Bila belum juga ada keputusan dari PT. Wika, kata Ery, pihaknya akan melakukan testify, yaitu pengeboran volume beton jalan tol. Testify beton tol berjarak per tiga meter dari seluruh badan tol itu dilakukan agar lebih adil dan akurasi 100 persen.

"Agar lebih adil dan akurasi seratus persen harus melalui testify. Kami juga telah konsultasi dengan Puslitbang agar lebih akurat harus melalui testify," kata Ery.

Untuk permasalahan ini, tutur dia, sepenuhnya menyerahkan kepada dewan.

"Kami menunggu hasil dari keputusan dewan," tuturnya.

Dewan sebagaimana dikatakan Ketua Komisi A, Cecep Suhendar, berharap permasalahan ini segera selesai. Dewan sendiri kemungkinan besar akan segera memanggil PT. Wika.

Sebelumnya, PT. Wika membantah pemberitaan yang menyatakan tidak membayarkan tagihan subkon PT. CBS.

"Kami harus mengklarifikasi atas pemberitaan media massa soal tuntutan subkon PT. CBS. Tidak benar kalau PT. Wika tidak akan membayar. Ini hanya sisa yang sudah dibayarkan, kami belum membayar seluruhnya karena masih belum clear-nya perbedaan perhitungan, karena dalam perjanjian sebuah bisnis perlu ada kesepakatan dari satu data yang digunakan," kata Fuji Haryadi, GM Legal PT. Wika, kepada wartawan.

Menurut Fuji, masalah perhitungan volume pekerjaan, dalam kontrak perhitungan berdasarkan perhitungan padat, namun itu perhitungan awal menuju curah.

"Yang dipermasalahkan bukan perhitungan volume pekerjaan dari padat ke curah, tapi curah yang akan dikonversi. Tindak lanjutnya kami akan instens dengan sub kami untuk menyelesaikan masalah ini menjadi win-win solution agar bisa dipertanggungjawabkan kedua belah pihak," katanya.* deddyra

 

Berita Lainnya

  • Peristwa
    13 Desember 2018 | 10:14 WIB

    Ribuan Pelamar Kerja Serbu Bale Rame

    SOREANG, (WN.net) -- Ribuan pelamar kerja dari berbagai daerah memadati Bale Rame Sabilulungan, Jalan Al Fath, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (12/12-2018). Mereka menyerbu Bale Rame untuk melamar kerja pada berbagai ...

  • Peristwa
    11 Desember 2018 | 15:50 WIB

    GMBI Unjukrasa ke Dewan, Persoalkan Limbah Berbahaya

    SOREANG, (WN.net) -- Ratusan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) melakukan aksi unjuk rasa, Senin (10/12). Para pengunjukrasa yang tergabung dalam Korwil Jawa Barat, Distrik Kota ...

  • Peristwa
    10 Desember 2018 | 20:52 WIB

    Warga Korban Retakan Tanah Datangi Dewan

    SOREANG, (WN.net) --Puluhan warga dari Desa Bandasari, Kecamatan Cangkuang, dan Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Jumat (6/12). Di bawah koordinator komunitas peduli lingkungan ...

  • Peristwa
    06 Desember 2018 | 08:19 WIB

    Pembebasan Lahan Kereta Cepat di Kab. Bandung Hampir Rampung

    SOREANG, (WN.net) -- Pembebasan lahan untuk penyediaan tanah trase dan stasiun Kereta Cepat di wilayah Kabupaten Bandung, saat ini hampir rampung. Namun masih ada beberapa bidang tanah yang belum mendapat ...

  • Peristwa
    05 Desember 2018 | 07:59 WIB

    Soal Orang Gila Nyoblos, KPUD Bingung

    SOREANG, (WN.net) -- Wacana  orang gila untuk mendapatkan hak memilih pada Pemilu 2019, membuat bingung KPU di daerah. Pasalnya, kriteria orang gila yang berhak memilih, regulasinya sampai saat ini masih ...

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net