Wibawa News


  • 09 September 2018 | 15:09 WIB
  • 00066 Kali Dilihat

Pasar Ikan Modern Dibangun di Soreang

 Pasar Ikan Modern Dibangun di Soreang
Ground Breaking Pembangunan Pasar Ikan Modern(PIM) Sabilulungan, di bekas Terminal Cincin, Desa Cincin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (7/9).

SOREANG, (WN.net) -- Konsumsi ikan di daerah Jawa dinilai masih rendah dibandingkan daerah lain di Indonesia. Ada beberapa titik yang konsumsi ikannya di bawah 20 kg perkapita pertahun.

"Tahun 2017 capaian nasional sudah 47 kg perkapita pertahun dan diharapkan tahun 2018 bisa meningkat sampai 50 kg perkapita pertahun," kata Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Kementrian Kelautan dan Perikanan, Ir. Ricky Effendi, usai Ground Breaking Pembangunan Pasar Ikan Modern(PIM) Sabilulungan, di bekas Terminal Cincin, Desa Cincin, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (7/9).

Menurut Ricky Effendi, dipilihnya Kabupaten Bandung untuk dibangun pasar ikan, karena berdasarkan peta konsumsi ikan di Pulau Jawa, paling rendah di Indonesia.

"Jadi Pulau Jawa ini menjadi titik perhatian Kementrian Kelautan dan Perikanan. Ada program yang kita bangun untuk mendorong upaya  terkait konsumsi ikan di Pulau Jawa, salah satunya membangun titik kontak antara produsen dan konsumen, seperti pasar ikan ini," kata dia.

Kementrian juga, ucap Ricky, mendorong pesantren yang jumlahnya mencapai sekitar 27 ribu pesantren di Indonesia yang dapat mengakomodir sekitar empat juta santri untuk mendorong menjadi produsen perikanan dan budidaya perikanan, sekaligus  konsumen.  Dengan demikian,  masyarakat bisa beralih dari asupan protein yang berbasis telur ayam, daging merah, atau kedelai yang praktis kebanyakan komponennya banyak diimport, dengan ikan yang proteinnya jauh lebih baik.

"Lemak yang terkandung di dalamnya mengandung omega tiga jadi kita menjadi bangsa yang kuat," katanya.

Bupati Bandung, Dadang M. Naser, mengatakan pembangunan PIM ini merupakan pasar ikan modern ke dua setelah Jakarta dan yang pertama di Jawa Barat.

Pasar ikan ini, kata Dadang, untuk aktivitas jual beli ikan, makan ikan segar, pusat suplay ikan segar, dan produk lanjutannya seperti tukang pindang, naget ikan. Sekaligus wisata kuliner berbasis ikan.

"Supaya masyarakat kita makanannya mengandung protein ikan, sehingga masyarakat dan anak-anaknya makin cerdas. Saya ucapkan terimakasih pada Kemetrian Kelautan dan Perikanan atas sumbangsihnya membangun pasar ikan modern di Kabupaten Bandung," papar Dadang.

Direktur PT. Bersama Bangun Indonesia Mandiri, Ir. Amran Harunah, mengatakan ground breaking ini hanya peresmian, karena kontraktor sudah bekerja sejak awal Agustus 2018.

"Pasar ikan ini yang ke dua setelah Jakarta, yang juga sedang proses relokasi dari pasar yang sudah aktif yaitu dari Pasar Ikan Muara Baru dengan produksi 600 ton per hari terbesar di Indonesia, eksisting kita akan pindah ke sebelehnya," ujarnya.  

Pasar ikan ini diharapkan harus selesai akhir tahun 2018. Dengan target antara 20 sampai 30 ton per hari.

"Kalau lihat size dan dimensi lebih kecil, tapi diharapkan supaya pasar modern di Bandung ini bisa terkoneksi dengan Jakarta karena faktanya produk di Jakarta produksi ikan air tawar, ikan hidup, dan ikan beku. Diharapkan PIM ini menjadi sentra perdagangan, konsepnya menjadi titik kumpul pasar ikan di Jawa Barat antara pedagang dan pembeli," tutur Amran.

Pasar ikan ini dibangun di atas tanah seluas 18 ribu meter2 dan 4.000 m2, dengan anggaran APBN Kementrian Kelautan dan Perikanan. Sedangkan Pemkab Bandung menyiapkan lahan dan fasilitas pendukung, seperti perizinan, Amdal. Dibangun dua lantai. Lantai bawah untuk aktivitas belanja, dan lantai atas untuk kuliner. Sisa lahan untuk parkiran, bongkar muat, IPAL, dan sarana pendukung lainnya.* deddyra

Berita Lainnya

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net