Wibawa News


  • 17 September 2019 | 21:22 WIB
  • 00102 Kali Dilihat

Lebar Jalan Cisarua–Cikalongwetan Bakal Jadi 10 Meter

 Lebar Jalan Cisarua–Cikalongwetan Bakal Jadi 10 Meter
Bupati Bandung Barat, AA Umbara Sutisna, bersama Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan, Adang Rahmat Syafa'at, dan tim lainya saat melakukan survei jalan jalur Cisarua-Cikalongwetan.

KBB, (WN.net) -Untuk mengembangkan objek destinasi wisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Bupati AA Umbara terus berupaya melakukan penataan wilayahnya di Bandung Barat.

Salah satunya, penataan  jalan jalur Cisarua – Cikalongwetan, yang merupakan jalur penghubung objek wisata. Selain Lembang, di wilayah Cikalongwetan ada wisata Bukit Senyum, Pemandian Sendang Geulis Kahuripan, dan Tangsi Jaya Cikalong. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Kabupaten Bandung Barat, Adang Rahmat Syafa'at, didampingi Kepala Bidang PSU, Siti Azizah, dan Kepala Seksi Fasilitasi Pertanahan, Aan Sopian Gentiana, Selasa (17/9/2019)

Seperti diketahui, sebut Rahmat, jalan jalur itu eksistingnya hanya lebar 3 sampai 5 meter. Ini perlu dilebarkan sesuai dengan program Bupati, jalur Cisarua-Cikalongwetan harus dipelebar.

“Bupati menargetkan Jalan Cisarua – Cikalongwetan 10 meter lebarnya,” kata Rahmat.

Menurutnya, jalur Cisarua-Cikalongwetan yang terdiri atas delapan desa, yaitu Kertawangi, Tugumukti, Pasirlangu, Cipada, Ganjarsari, Mandala Mukti, Wangun Jaya, dan Cisomang, saat ini sudah dilakukan sosialisasi dengan masyarakat, pendataan jumlah tegakan milik warga, dan pengukuran panjang jalan antara Cisarua – Cikalongwetan.

Hasil dari itu, panjang jalan yang akan dilebarkan sekitar 33,3 km itu semuanya hibah dari warga yang ada di delapan desa yang terkena jalur pelebaran.

“Sepanjang 33,3 km itu hibah dari masyarakat yang terkena pelebaran, tidak beli, yang kita bayar (ganti rugi) itu hanya tegakan, seperti bangunan rumah dan pohon produktif,” jelasnya

Untuk tegakan, dari hasil pendataan ada sekitar 1.540 tegakan, meliputi 774 bangunan rumah dan 766 pohon produktif. Semuanya akan dibayar setelah ada tilaian dari Konsultan Jasa Penilai Publik (KJPP) atau Appraisal.

“Kita sudah melakukan pendataan untuk tegakannya. Nanti kita akan lakukan ganti rugi setelah ditilai oleh tim Appraisal,” jelas Kepala Seksi Fasilitasi Pertanahan, Aan Sopian Gentiana

Untuk program pelebaran ini, kata Aan, masyarakat Cisarua sampai Cikalongwetan, terlihat sangat mengapresiasi akan pelebaran jalan tersebut, sehingga rela sebagian tanahnya untuk dijadikan jalan umum.

“Mungkin mereka sudah mengetahui dari sosialisasi, bahwa pelebaran ini akan berdampak positif terhadap perekonomian ke depannya. Secara otomatis mulai harga tanah setelah adanya pelebaran akan melambung tinggi,” katanya.

Diakui Aan, itu merupakan tujuan Bupati AA Umbara dalam pengembangan destinasi wisata, yang dimulai dari penataan pelebaran jalan sebagai penghubung ke tempat wisata dan dilanjut penataan tempat wisatanya. Dengan harapan, ke depannya berdampak positif bagi masyarakat KBB dalam meningkatkan perekonomiannya. *) Buhori

Berita Lainnya

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net