Wibawa News


  • 19 September 2019 | 15:12 WIB
  • 00086 Kali Dilihat

910 Lembaga PAUD KBB, Terima BOP

 910 Lembaga PAUD KBB, Terima BOP
Kepala Seksi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Ilah Kartilah.* buhori

Bandung Barat, (WN.net) - Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) merupakan program pemerintah melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk membantu biaya operasional. Sasaran program ini adalah lembaga PAUD yang terdaftar dalam data pokok PAUD dan pendidikan masyarakat (Dapodik).

Untuk Kabupaten Bandung Barat (KBB), ada 910 lembaga PAUD atau 28.244 siswa yang berhak menerima BOP. Hal tersebut dikatakan Kepala Seksi PAUD pada Dinas Pendidikan KBB, Ilah Kartilah, Kamis (19/9/2019).

“Sebanyak 910 PAUD, itu lembaga yang sudah jelas terdaftar dalam Dapodik, dan berhak menerima bantuan BOP,” kata Ilah.

Sampai saat ini, sebut Ilah, sedang proses penyelesaian pencairan BOP tahap satu sebesar Rp8.473.200.000 untuk 910 lembaga PAUD.

“Nilai tersebut untuk anggaran tahap satu, sesuai ajuan dari masing-masing lembaga. Persiswa mendapatkan Rp600 ribu pertahun”

Lanjutnya, Rp600 ribu itu dibagi dua tahap dalam proses pencairannya. Tahap pertama sebesar Rp300 ribu dan tahap ke dua juga sama Rp300 ribu.

“Dari bulan Agustus akhir, pencairan BOP sudah dimulai. Sekarang telah mencapai 90 persen,” jelasnya.

Diakui Ilah, ada 35 lembaga atau 10 persen lagi yang tidak bisa dicairkan oleh Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD), yang diakibatkan masih ada kekurangan dalam persyaratannya, seperti ketidaksamaan nama yayasan dengan yang ada di izin, nomor KTP tidak jelas, nomor rekening sudah tidak aktif, NPWP-Nya tidak jelas dan salah pengetikan jumlah nilai uang.

“Padahal selama ini pihak dinas sudah memberikan penjelasan melalui sosialisasi pencairan pada tahap satu. Entah kenapa, kok masih bisa salah administrasi. Setiap mau pencairan, baik tahap satu dan dua, kita selalu melakukan sosialisasi,” akunya.

Targetnya, 35 lembaga PAUD lagi  akan diselesaikan sampai akhir September. Saat ini masih dalam tahapan retur oleh DPKD pada lembaga tersebut. 

“Target September pencairan tahap satu harus selesai, karena kita akan mengahadapi untuk tahap dua,” terangnya

Untuk penggunaan dana BOP, kata Ilah, itu harus sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 4 Tahun 2019 tentang penggunaan nonfisik BOP.

Salah satunya, untuk pembelian bahan ajar (krayon, buku gambar, buku cerita atau buku adminstrasi guru), untuk makanan tambahan anak, rapat dengan para orangtua, memberikan transport guru untuk kegiatan rapat apabila penyelenggara tidak memberikan transport, internet, bayar listrik, pembayaran air, pengecatan kelas dan sepanduk atau plang lembaga dan pemeriksaan kesehatan anak dari puskesmas.

“Dana BOP tidak diperbolehkan untuk membeli baju seragam, membayar iuran-iuran, rekreasi guru, dan bangunan,” iimbaunya.*) Bukhori

Berita Lainnya

  • @ 2016 wibawanwes.net

Portal Berita wibawnews.net